BERAWAL DARI KESENANGAN

Selasa, 25 Januari 2011

Fungsi Otak Kiri dan Otak Kanan


  

 Mengajar haruslah melibatkan otak kiri dan kanan siswanya. Jika tidak melibatkan kedua fungsi otak itu, ketidakseimbangan akan terjadi bagi diri siswa. Potensi salah satu otak itu akan lemah dan semakin lemah. Untuk itu, semua guru/dosen/trainer ketika mengajar haruslah menggunakan strategi pelibatan otak kiri dan kanan siswanya.





   Otak manusia dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan diidentikkan tentang kreativitas, persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna, berpikir lateral, tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail. Sedangkan otak kiri biasa diidentikkan dengan rapi, perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, logika, terstruktur, analitis, matematis, sistematis, linear, dan tahap demi tahap.



   Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.




   Otak kanan berfungsi dalam perkembangan EQ (Emotional Quotient), seperti hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.




   Otak kiri berfungsi sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient) seperti hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.




   Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran.

   Berdasarkan kekuatan fungsi masing-masing, berarti, kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam menghadapi hidup. Begitu pula, bagi siswa, pembiasaan penggunaan kedua fungsi otak itu sangat bermanfaat dalam perjalanan dirinya menuju kedewasaan. Dengan begitu, guru/dosen/Trainer dalam mengajar di kelas, metode apapun yang digunakan, sebaiknya berbasis otak kanan dan kiri.




Doug Hall mengatakan, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian :

   Si otak kanan : humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ede = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan.

   Si otak kiri : serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terorganisir, ide = profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.





Kasus 1 :

   Dr. Makoto Shichida, seorang spesialis perkembangan anak balita, dalam bukunya Right Brain Education in Infancy menjelaskan sebuah hasil studi di Nippon Medical Center oleh Prof. Shinagawa terhadap seorang anak yang bernama Yuka Hatano. Yuka Hatano adalah seorang juara dunia menghitung cepat, yang mampu menghitung 16 digit soal LEBIH CEPAT daripada kalkulator ! Ketika Yuka melakukan perhitungan tersebut, melalui PET scan terlihat bahwa yang mengendalikan fungsi otaknya adalah otak kanan bagian belakang. Di sekolah Shichida, saya (Shinagawa) melihat bagaimana anak-anak SD mampu membaca 1 jilid buku hanya dalam waktu 3-5 menit saja, dan dia tahu persis apa isi buku yg dibacanya. Menurutnya, dia seperti memotret atau men-dowload tiap-tiap halaman buku tsb, dan ketika ditanya, dia akan membuka tiap-tiap halaman bukunya di dalam otaknya untuk mencari jawabannya dengan cepat.





Kasus 2:

   Para siswa SD, SMP, sampai SMA menggunakan mungkin sampai 6 jam waktunya belajar di sekolah dan PR per hari dan ikut les/bimbingan belajar. Mereka ini terfokus belajar dengan memanfaatkan otak kiri, misalnya mereka belajar matematika, fisika, kimia, biologi, sejarah, bahasa, dan lain-lain. Mereka ini diajarkan menggunakan logika dan belajar dengan cara yang runut (sekuensial). Amat jarang mereka belajar bagaimana menggunakan intuisi dan imajinasi.




   Katakanlah mereka belajar di SD selama 6 tahun, di SMP selama 3 tahun, dan di SMA selama 3 tahun. Jadi selama 12 tahun, mereka rata-rata menggunakan waktu 6 jam per hari. Jika satu minggu mereka belajar selama 5 hari di sekolah. Dan ada 4 minggu per bulan, serta belajar efektif di sekolah selama 9 bulan per tahun, maka dari SD sampai SMA mereka belajar menggunakan otak kiri selama:

6 jam/hari x 5 hari/minggu x 4 minggu/bulan x 9 bulan/tahun x 12 tahun = 12.960 jam. 


Pertanyaannya adalah berapa lama pola pembelajaran yang memanfaatkan otak kanan?



Mana yang dulu digunakan : Otak Kanan atau Otak Kiri?

   Anda si Otak Ekstrem Kanan atau Si Ekstrem Otak Kiri atau Si Otak Seimbang? Mana dulu yang sebaiknya digunakan, Otak Kanan dulu baru Otak Kiri atau sebaliknya? Ingat cerita : bagaimana awalnya Archimides mengungkap tentang massa jenis? Mana dulu yang digunakan Archimides otak kanan atau otak kirinya? Bagaimana awalnya Newton mengungkap tentang gravitasi? Mana dulu yang digunakan Newton, otak kanan atau kiri? Bagaimana awalnya Einstein dengan teori relativitasnya? Mana dulu yang digunakan Einstein, otak kanan atau otak kiri? Atau ide menjual air di negeri yang penuh air (AQUA) oleh Tirto Utomo? Mana yang digunakan Tirto Utomo, otak kanan atau otak kirinya? Ketika dia menjual air minum 250 mm seharga Rp 500,00; sementara PDAM menjual air bersih seribu liter seharga Rp 2 ribu?






   Ingat cerita George Eastment, pendiri Eastment Kodak, menyatakan bahwa merek "Kodak" yang melegenda itu, huruf "K", muncul secara intuitif. Sam Walton, pendiri Walt Mart, menggunakan intuisinya ketika mendirikan sebuah toko pada tahun 1962, kini dia memiliki 1.300 toko. John Mihalasky dan E Douglas Dean menemukan bahwa 80% CEO yang sukses memiliki intuisi di atas rata-rata.

SUMBER : www.hendryrisjawan.com

Senin, 27 Desember 2010

Judul          : KAWASAN KARST SUKOLILO – JAWA TENGAH:
                    POTENSI ARKEOLOGI DAN TINJAUANNYA SECARA MAKRO
 
Penulis       : J. Susetyo Edy Yuwono & Gregorius D. Kuswanto (Arkeologi FIB UGM)


Jenis           : Makalah


Publish       : PEKINDO dalam rangka Penetapan Zona Lindung Kawasan Karst Sukolilo,
                    Kabupaten Pati (Jawa Tengah) dan sekitarnya, September 2008.


Jumat, 24 Desember 2010

Life on a Line part 3

Judul buku    :  " Life on a Line " part 3


Pengarang     :  Dr. D. F. Merchant


Jenis buku     :  Pedoman Single Rope Technique


Tahun terbit   :  2002 / 2003


Publish online :  draftlight.net/lifeonaline




DOWNLOAD

Life on a Line part 2

Judul buku    :  " Life on a Line " part 2

Pengarang     :  Dr. D. F. Merchant

Jenis buku     :  Pedoman Single Rope Technique

Tahun terbit   :  2002 / 2003

Publish online :  draftlight.net/lifeonaline




DOWNLOAD

Life on a Line part 1

Judul buku    :  " Life on a Line " part 1


Pengarang     :  Dr. D. F. Merchant


Jenis buku     :  Pedoman Single Rope Technique


Tahun terbit   :  2002 / 2003


Publish online :  draftlight.net/lifeonaline


DOWNLOAD

Rabu, 15 Desember 2010

KAWASAN KARST SUKOLILO KABUPATEN PATI


     Kawasan karst adalah aset dan sekaligus catatan panjang dari sepenggal sejarah bumi dan kehidupan di suatu wilayah. Sebagai aset, kawasan ini memiliki beragam keistimewaan. Bentang eksokarstnya unik dan berbeda dengan wilayah sekitarnya. Di ruang endokarstnya, keunikan-keunikan lain semakin banyak dijumpai. Ragam bentukan gua, lorong-lorong sungai bawahtanah, dan ornamen-ornamen batuan yang indah hanya dapat dijumpai di sini. Bahkan tak terpungkiri jika kawasan karst menjadi salah satu “lumbung air” yang sangat menentukan eksistensi makhluk hidup, dari masa ke masa. Secara arkeologis, kawasan karst ibarat “ensiklopedi” kehidupan purba yang sarat informasi.
     Kawasan karst Sukolilo di Kabupaten Pati adalah salah satu aset geokultural di wilayah utara Jawa Tengah. Potensi arkeologisnya sudah mulai terungkap melalui survei awal tahun 2008 oleh PEKINDO, berupa sejumlah besar situs gua dan data artefaktual (jse yuwono & greg d. kuswanto, 2008). Secara makro, Sukolilo memiliki posisi penting dalam pengungkapan sejarah penghunian wilayah utara Jawa, khususnya di Perbukitan Kapur Utara (Perbukitan Rembang), melengkapi hasil-hasil penelitian arkeologis yang selama ini lebih terkonsentrasi di Tuban.
author: jse yuwono – arkeologi ugm

sumber : http://geoarkeologi.blog.ugm.ac.id/2010/08/06/kawasan-karst-sukolilo-dalam-mozaik-prasejarah-perbukitan-rembang/